Sunday, November 18, 2012

Resume Film An Incovinient Truth


Film An Incovinient Truth merupakan film yang mengangkat tentang isu lingkungan yang berfokus pada bahaya pemanasan global terhadap Bumi tercinta ini. Mengangkat banyak sekali fakta-fakta ilmiah tentang pemanasan global yang bahkan mengandung banyak fakta yang jarang ditemukan di media informasi.

Film ini berpusat pada seorang Al Gore ( Albert Arnold Gore Jr ). Adalah seorang aktivis lingkungan berkebangsaan Amerika.  Beliau juga merupakan politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai wakil presiden ke-45 pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton, dari tahun 1993 sampai 2001. Sempat mengajukan diri menjadi sebagai calon presidan Amerika Serikat namun kalah suara oleh George W. Bush. Al Gore kemudian menjadi aktivis lingkungan kembali, ia ingin kembali memberikan pemahaman kepada dunia tentang bahaya pemanasan global.

Seperti diketahui secara umum, pemanasan global ini disebabkan oleh efek rumah kaca dimana di atmosfer bumi kita terdapat gas-gas rumah kaca. Sinar matahari yang dipancarkan sebagian besar akan dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh bumi namun gas rumah kaca dalam atmosfer akan menahan sebagian kecil sinar matahari ini untuk menjaga suhu bumi tetap hangat dan memungkinkan untuk ditinggali. Namun sepanjang dekade ini terjadi perubahan susunan gas rumah kaca dimana banyak sekali penambahan jumlah zat terutama CO2 sehingga membuat lapisan ini semakin tebal dan menyebabkan semakin banyak sinar matahari yang terperangkap. Akibatnya adalah pemanasan global.

Berdasarkan data pengukuran tingkat CO2 di permukaan bumi yang dilakukan oleh Prof. Revelle, menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat peningkatan dan penurunan kadar CO2. Hal ini dapat dijelaskan dengan menghubungkan beberapa musim di beberapa bagian bumi. Musim ini mempengaruhi tumbuhan dalam menyerap dan mengeluarkan gas CO2. seperti diketahui bahwa dalam proses fotosintesinya, tumbuhan menyerap CO2 untuk memproduksi makanannya dan mengeluarkan O2.

Namun pengukuran kadar CO2 ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sebelum masa industri tercatat kadar CO2 adalah 280 ppm. Namun pada tahun 2005, kadar CO2 ini meningkat menjadi 381 ppm.

Peningkatan suhu permukaan bumi menyebabkan banyak perubahan pada beberapa lokasi di dunia. Hilangnya lapisan es (glasier) pada puncak gunung Kilimanjaro, taman nasional Glasier, Columbia Glasier di Alaska dan masih banyak lagi lokasi yang dulunya terdapat lapisan es, kini semakin berkurang bahkan hilang. Bahkan di Himalayan Glasier yang merupakan sumber air bagi 40% penduduk dunia menjadi berkurang setiap tahunnya.

Tahun 2005 merupakan tahun terpanas yang tercatat dalam pengukuran temperatur bumi. Pada tahun ini pula tercatat banyak peningkatan suhu antara 98 0F – 117 0F yang terjadi pada beberapa kota di Amerika. Selain pada permukaan bumi, suhu pada permukaan laut juga mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan meningkatnya kekuatan angin sehingga menabahnya kekuatan badai yang terjadi. Adanya badai dengan kekuatan yang sangat besar ini menyebabkan terjadi berbagai kerusakan, jatuhnya korban luka dan meninggal, kerugian ekonomi dan lainnya. Juga menyebabkan banjir besar di beberapa tempat.


Satu hal yang mulai terlihat sebagai efek dari pemanasan global adalah perubahan curah hujan. Di Cina ada salah satu daerahnya yang kelebihan curah hujan sehingga menimbulkan banjir bandang. Padahal daerah sebelahnya sedang mengalami kekeringan yang luar biasa. Batu karang di lautan mulai memutih sehingga tidak bisa ditinggali ikan dan kehilangan keindahannya karena meningkatnya suhu permukaan laut.

Al Gore ingin dunia bersama – sama merubah hal ini hingga membuat kongres Amerika berekasi. Kemudian seluruh dunia bersama – sama menyetujui sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya, atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global. Sudah 132 negara yang meratifikasi protokol Kyoto ini, namun mirisnya tinggal Amerika Serikat yang menyumbang 30.3% CO2 dan Australia yang tidak meratifikasi protokol ini.

Al Gore mengatakan bahwa kita manusia pasti bisa membuat suatu perubahanbesar untuk bumi ini. Tentunya diikuti dengan kemauan yang besar , tekad yang besar dan yang paling penting kesadaran yang besar untuk menjaga keberlangsungan bumi.  Semua itu bisa dimulai dari skala kecil, mulai dari diri kita sendiri kemudian keluargakemudian ke masyarakat sampai ke skala yang lebih besar yaitu semua suku ras dibumi. Seperti saat Al Gore merasa akan kehilangan putranya karena kecelakaan namun karena usaha keras dari semua pihak dan tentunya Tuhan Yang Maha Kuasa, putranya kembali bisa siuman, hal ini lah yang menjadi penyemangat Al Gore untuk terus mengkampanyekan pemanasan Global.

Kita dapat turut berpartisipasi dengan memulainya di lingkungan sekitar kita seperti tidak menggunakan lampu jika tidak diperlukan, menghemat penggunaan bahan bakar fosil kita dengan beralih kembali ke sepeda dan jalan kaki yang tentu menyehatkan, menggunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi udara, menggunakan mobil hibrida jika kita mampu membelinya dan tentu saja menanam dan membudidayakan pohon di sekitar lingkungan kita.

Mungkin kita lah yang merusak sendiri bumi ini, mungkin kita lah yang menghancurkan tatanan sistem maha sempurna dari Tuhan, namun keberhasilan tidak akan pernah terwujud jika kita tidak pernah memulai langkah pertama. Mari kita bersama – sama turut menjaga bumi kita, hancur atau tidak merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa

Wednesday, October 17, 2012

another junk post

Alhamdulillah sempet nulis lagi, walaupun cuma dikit doang, seminggu kebelakang penuh dengan quiz-pkm-quiz-pkm-badminton haha. Beda sekali kultur kuliah dengan SMA dulu, jadwal disini benar-benar penuh, selalu saja ada aktivitas untuk dilakukan namun tetap saja menyenangkan haha :D

Masalah minggu-minggu ini kebanyakan ada di PKM, doakan saja bisa tembus ke banjarmasin kawan hehe aamiin. Kedua adalah kimia dasar yang dosennya subhanallah sekali, ngasih quiz materi yang tidak diajarkan di pertemuan sebelumnya, subhanallah sekali.

postingan selanjutnya mungkin akan membahasa fortran, apa itu fortran ? singkatan dari formula translation. Kek bahasa programming deh.

see you on next post, Assalamualaikum

Monday, October 1, 2012

MENGAPA SAYA MEMILIH TEKNOLOGI KELAUTAN ?



Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan panjang pantainya sebesar 95.181 km menurut PBB pada tahun 2008, terbesar ke empat di dunia setelah Rusia. Indonesia juga memiliki luas wilayah laut sebesar 5.8 juta kilometer persegi. Indonesia juga negara dengan lautan terluas di dunia, di kelilingi dua samudra yaitu Pasifik dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Menurut Data resmi Bakosurtanal pada tahun 2011 menyebutkan, jumlah pulau di Indonesia mencapai 17.508 (17.506 pulau setelah dikurangi Sipadan dan Ligitan). Maka berdasarkan fakta diatas tidak heran Ir.Djoenda, Perdana Mentri RI, pada tahun 1957 mendeklarasikan Indonesia sebagai negara kepulauan (Archipelagic State) yang kemudian disahkan PBB pada tahun 1982.
Selain pulaunya, Indonesia hingga sat ini memiliki 60 cekungan sumber daya minyak (Kevin M. Robinson, 1987). 40 cekungan berada di lepas pantai dan 14 cekungan berada di kawasan pesisir. Dari kesemuanya 22 cekungan telah di eksploitasi secara intensif. Diyakini masih banyak potensi yang masih tersimpan di perut tanah air tercinta ini. 

Sebegitu megahnya potensi maritim kita namun sepertinya warisan konsep dan pemikiran yang telah ditanamkan oleh penjajah belanda selama 350 tahun telah mengakar begitu hebat dan kuat di pemikiran orang Indonesia. Bangsa kita masih saja berpolemik tentang bagaimana mengatur jummlah lahan pertanian di pulau jawa atau saling tuding menuding atau mungkin sumpah serapah dalam pengurusan pembukaan lahan kelapa sawit di Kalimantan. Jarang sekali kita mendengar para pemimpin kita meributkan tentang pengembangan sumber daya perikanan di daerah-daerah yang berpotensial atau menyumpahi dengan muka merah padam pada pemodal asing yang menguasai hampir 95% aktifitas transportasi laut Indonesia. Pemikiran kita telah berubah sejak abad ke 19 yang dahulu berorientasikan ke-maritiman menjadi ke-tanahan. Padahal menurut Adrian B Lapian, nahkoda pertama sejarawan maritim Asia Tenggara, untuk negara kepulauan seperti Indonesia ini, wilayah maritimlah yang memegang wilayah sentral. Otak kita telah sedemikian di atur oleh penjajah untuk menjadi bangsa petani, bangsa buruh. 

Sejarah mencatat sebelum abad ke 17 kawasan Indonesia dan sekitarnya dikuasai oleh kapal-kapal nusantara, dibuktikan dengan begitu berkuasanya kerajaan Swijaya dan kerajaan Majapahit. Namun begitu menginjak paruh pertama abad ke-17, peran sentral ini mulai diambil alih oleh Belanda dan Portugis hingga puncaknya pada abad ke-19 sejarah maritim kita diibaratkan sudah memasuki waktu maghrib oleh Adrian B Lapia, nahkoda pertama sejarawan maritim Asia Tenggara. Pada negara kepulauan, peran kota pelabuhan sangat penting dimana pelabuhan ini akan menghubungkan satu pulau dengan pulau yang lain. Hal itu lah dipahami betul oleh para kumpeni, mereka menguasai satu per satu kota pelabuhan besar dan menghalau pelaut dan pedagang anak-anak Indonesia untuk berlayar. Akhirnya kapal-kapal Belandalah yang berlayar.
Sejak dijajah oleh kumpeni inilah, sejarah besar bangsa maritim Indonesia hancur lebur. Anthony reid, pengkaji sejarah marirtim Indonesia dari Australian National University, mengutip pernyataan Daghregister Batavia pada 1677 bahwa orang-orang mataram bagian timur jawa saat itu sudah tidak tahu-menahu lagi soal laut dan tidak lagi memiliki kapal besar sendiri sebagai pemenuh kebutuhan rakyat saat itu.

Akhirnya rakyat dipaksa menjadi buruh paksa di darat. Bercocok tanam ditanamkan kepada bangsa Indonesia sebagai jati diri bangsa. Hal itu bisa anda lihat bersama di lambang pancasila untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang diibaratkan dengan padi dan kapas. Semuanya merupakan produk pertanian, sama sekali tidak menyentuh potensi bahari kita. Pikiran kita seakan ditutup untuk bagaimana sedapat mungkin ‘menghabisi’ seluruh potensi tanah kita, hingga sejarawan Ong Hok Ham (alm) geleng-geleng kepala dan berucap, “Apakah orang Indonesia hanya (bisa) hidup terpencil dikelilingi gunung berapi dan hidup dari usaha pertanian untuk kemudian dikolonisasi oleh penguasa yang menguasai lautan Indonesia ?”

Begitu besarnya potensi yang disimpan oleh bahari kita dan sedikitnya orang yang peduli mengembangkannya lah yang menjadi alasan kenapa saya memilih teknologi kelautan. Saya menyadari bahwa 2/3 bagian negara kita adalah laut. Saya menyadari betapa besarnya potensi laut kita mulai dari keanekaragaman hayati hingga sumber cadangan minyak yang belum terekspos. Saya menyadari masih sedikit orang yang expert dalam bidang kelautan di Indonesia. Karena itulah saya memilih teknologi kelautan sebagai pilihan studi saya. 

Salah satu peran mahasiswa adalah sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Jika kita hanya sekedar ikut teriak saja tanpa mengetahui lebih dalam tentang kondisi kekinian maka sama saja dengan buang-buang tenaga. Untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim yang disegani kembali maka perlu akademisi-akademisi dan teknisi yang paham akan teknologi kelautan supaya potensi bahari kita akan terurus dengan maksimal. Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah salah satu tempat untuk mencetak orang-orang tersebut dan saya merasa beruntung dapat begabung dalam fakultas ini. 

Dalam fakultas teknologi kelautan ini, kita akan mempelajari berbagai macam hal yang berhubungan dengan laut dan sekitarnya. Secara umum dalam FTK ini dibagi dalam 4 prodi yaitu, Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, Teknik Kelautan dan Transportasi Laut. Saya memfokuskan diri di Teknik Kelautan. Prodi ini mempelajari kita dituntut untuk memahami ilmu yang berhubungan dengan teknologi kelautan seperti perencanaan kapal, konstruksi dan kekuatan kapal, manajemen galangan dan industri berat, hidrodinamika, manajemen pelabuhan dan transportasi laut, sistem perkapalan, sistem propulsi, sistem perpipaan, dan alat bantu, perencanaan struktur lepas pantai, perencanaan fasilitas pantai, pelabuhan dan fasilitas laut, sistem pipa bawah laut, bangunan lepas pantai, teknik pantai, teknik pelabuhan dan lain lain dengan 5 bidang keahlian utama yaitu Struktur Bangunan Lepas Pantai, Hidrodinamika  Lepas Pantai, Perancangan dan Produksi Bangunan Lepas Pantai, Energi dan Lingkungan Laut, Teknik Pantai dan Pelabuhan Laut. Pada intinya teknik kelautan ini memahami bagaimana kita mengolah laut dan keadaan pinggir pantai.
Dalam upaya merestrukturisasi jati diri bangsa untuk menjadi negara maritim yang gagah, peran pelabuhan merupakan kunci sentral. Pembangunan pelabuhan yang tertata, pengaturan sistem pantai yang teratur akan membuat tepi pantai Indonesia tidak lagi hanya menjadi tempat bersantai saat matahari terbenam dan tempat penuh kecurangan dalam penurutan muatan. Untuk mengeksploitasi kandungan di laut Indonesia yang cukup dalam maka diperlukanlah bangunan lepas pantai yang kokoh dalam upayanya mencari dan menggali potensi laut kita. Bangunan lepas pantai inilah yang kemudian menjadi aset negara untuk menggali sumber devisa negara dalam bentuk minyak ataupun sumber daya alam lainnya. Dari kesemuanya diperlukanlah orang-orang yang berkompeten untuk membangun dan menata pelabuhan maupun sistem bangunan lepas pantai, sarjana teknik kelautan adalah orang yang pas untuk mengisi posisi ini.
Maka dengan begitu banyaknya peluang yang diberikan namun masih banyak yang belum menoleh karena kita selalu menghadap sawah, tepatlah teknologi kelautan ini sebagai pilihan. Selain karena gaji yang ditawarkan tinggi, kita akan mampu langsung berkontribusi kepada negara dengan karya-karya keinsinyuran kita kelak. Sedikitnya orang-orang yang berkompeten dalam teknologi kelautan semakin menambah nilai plus dari teknologi kelautan. Maka itulah alasan saya mengapa saya memilih teknologi kelautan dengan spesifikasi teknik kelautan sebagai prodi saya


NAMA : Rezha Eka Firmansyah
NRP : 4312100030
Mahasiswa Aktif Jurusan Teknik Kelautan ITS

Friday, September 28, 2012

Hymne ITS

Lagu yg menggelegar, super sekali hymne ITS ini, bikin merinding jika dinyanyikan bersama-sama seluruh mahasiswa ITS :) 

HymNe ITS
Syair: Ir. Amiranti, Disesuaikan: E. L. Pohan


Refrain 1:
Almamaterku yang kucinta
Ibu yang luhur, ITS
Tetap membara semangatmu
Cita-citamu tak kendur

Sepuluh Nopember Empat Lima
Mendorong, Menjiwaimu
Melangkah ke arah tujuan
Dengan tekadmu yang teguh

Membina bangsa
Atas dasar Pancasila
Dan Undang Undang Dasar Empat Lima
Landasan juangmu……

Refrain 2:
Almamaterku yang kucinta
Ibu yang luhur, ITS
Amatlah kokoh gemblenganmu
Membina putra-putrimu

Menuntut teknologi yang canggih
Berbudi agung dan cerdas
Menuju kesejahteraan
Bangsa dan umat manusia

Alma..materku
Kan kuturut bimbinganmu
Jadi pejuang yang takkan kenal letih
Membangun negeri

Hidup ITS... Hidup ITS...
Almamaterku Jaya...

Tuesday, September 25, 2012

Berpikir Lateral Sebagai Konsep Kreatifitas


Tuhan menganugerahi manusia dengan kelebihan pada kemampuan berpikir manusia yang diatas rata-rata semua mahkluk hidup di dunia, salah satunya adalah kelebihan berpikir cepat dan reflek. Otak dapat memilah ‘data’ mana yang diperlukan untuk menghadapi kondisi tertentu dengan cepat. Otak tidak akan memproses semua data yang ada namun hanya memproses data yang dibutuhkan saja. Contohnya adalah gerak reflek, saat kita terjatuh badan kita akan secara otomatis melindungi bagian kepala karena menurut data yang otak terima, kepala adalah pusat aktifitas manusia sehingga wajib dilindingi.

Meskipun memiliki manfaat yang luar biasa tersebut, kemampuan tersebut memiliki satu kelemahan besar yang dimana akan mematikan kreatifitas. Secara alamiah, otak akan memproses data yang diperlukan saja, artinya hanya data yang dianggap benar yang akan di proses sementara berpikir kreatif tidak memandang benar dan salah. Ketika kita memikirkan berbagai kemungkinan dan solusi yang ada, otak akan memilah data-data tersebut dan kemudian akan memprosesnya dengan data yang ada kemudian memberikan label benar dan salah kepada ide tersebut sehingga akan ada ide yang disingkirkan atau dibuang. Hal ini tentu akan mengurangi  peluang menemukan ide yang brilian.

Berpikir lateral menghapus cara tersebut. Berpikir laterla memberikan jalan untuk me-restrukturisasi  dan keluar dari metode lama dan memancing cara baru (de Bono, 1970). Cara berpikir ini akan meningkatkan kreatifitas karena akan memaksimalkan semua kemampuan natural dari kita dalam mencari ide dan sesuatu yang baru tanpa harus takut salah atau benar.

Lawan dari berpikir lateral adalah berpikir vertikal. Berpikir vertikal bertujuan mencari jalan mana yang paling menjanjikan untuk menyelesaikan masalah, dengan kata lain berpikir vertikal adalah cara selektif. Berpikir lateral bertujuan menyederhakan masalah yang bertujuan mencari berbagai macam solusi yang bisa digunakan. Bila diimajinasikan, berpikir vertikal bagaikan mencari jalan dengan berpandukan Global Positioning System  (GPS), hanya berpaku dengan rute yang disediakan padahal banyak jalan yang lebih cepat. Sedangkan berpikir lateral bagaikan berjalan melewati jalan-jalan penyingkat yang tidak biasa, mengkaji berbagai kemungkinan agar sampai lebih cepat di daerah tujuan.  Kemampuan vertikal akan menjamin paling tidak solusi minimal, sementara kemampuan lateral tidak akan menjamin apapun namun meningkatkan kemungkinan solusi yang lebih optimal.

Lantas bagaimanakah caranya agar kita bisa melatih prinsip berpikir ini ?
Pertama adalah hentikan menggunakan pendapat yang ada. Kebutuhan untuk selalu benar kadang menjadi masalah yang paling besar bagi seseorang untuk menjadi kreatif. Ketika anda mengekemukakan sebuah ide, hal pertama yang dikaji adalah apakah ide itu benar atau salah sesuai prinsip yang ada. Maka jika anda ingin menjadi orang yang kreatif, hilangkanlah stigma tersebut. Dengan menunda atau menghilangkan pendapat benar salah akan meningkatkan kemuningkan munculnya ide-ide segar yang sebelumnya terkurung dalam kotak benar salah.

Ada beberapa panduan yang bisa digunakan jika cara ini sudah bisa diterapkan, pertama adalah jangan terburu-buru untuk mengevaluasi sebuah ide yang muncul, eksplorasi ide lebih penting. Dengan begitu anda akan lebih tau tentang ide tersebut dan mungkin akan memunculkan ide baru. Kedua adalah ketika ide itu jelas sekali salah, pikirlah kenapa ide tesebut bisa salah dan kemudian bagaimana caranya agar ide tersebut bisa bermanfaat. Ketiga tunda untuk segera mengganti ide yang ada selama mungkin, hal ini akan menjadi stimulus bagi ide yang lain. Terakhir adalah biarkan ide itu mengalir daripada anda harus memaksanya ke jalan benar dan salah. 

Kedua adalah fraksinasi. Sebuah masalah yang besar memiliki masalah yang kompleks di dalamnya, tidak hanya sekedar apa masalahnya dan dimana letak masalah tersebut. Tentu akan banyak pertanyaan seperti contoh pada masalah bongkar muat di pelabuhan yang diklaim lambat. Kenapa hal itu bisa terjadi ? ternyata masalahnya ada pada pekerja yang sudah tua, jalan pemasok barang yang tidak rata, ketidaksiapan infrastruktur seperti gudang, tidak adanya kordinasi antara mandor dengan anak buah dan lain semacamnya. Maka cara fraksinasi berarti memecah masalah besar menjadi pecahan-pecahan masalah yang lebih kecil. Buatlah daftar dari apa saja yang sebenarnya membentuk sebuah masalah besar tadi kemudian susunlah masalah-masalah kecil tersebut dalam tabel yang terstruktur. Kemudian gabungkanlah satu-dua masalah tersebut menjadi satu solusi yang bisa mengatasi keduanya sehingga lama kelamaan masalah besar tersebut akan selesai. Intinya, fraksinasi adalah membagi masalah besar menjadi masalah-masalah kecil yang kemudian dapat dicari pemecahan masalahnya.

Ketiga adalah pembalikan. Jika dengan konsep pemikiran yang biasa masalah belum terselesaikan, maka buanglah konsep umum, tinggalkan segala atribut benar salah dan mulailah berpikir dengan cara yang tidak biasa. Misalnya ketika anda ingin mengenakan gaun yang menarik saat pesta sementara anda tidak punya cukup uang untuk membeli sehelai gaun maka rajutlah kain-kain bekas dengan pola yang anda inginkan tambahkan manik-manik dan jadilah sebuah konsep berpikir yang out of the box, keluar dari jalur yang biasa.

Oleh : Rezha Eka Firmansyah
Mahasiswa Aktif Teknik Kelautan ITS

Friday, September 21, 2012

Tips Memilih Jurusan

Assalamualaikum

Selamat malam kawan-kawan, biasanya saat bulan-bulan ini para siswa SMA se-Indonesia mulai galau mikirin jurusan mana yang akan mereka pilih di perguruan tinggi, kemana mereka akan berlabuh untuk paling tidak 4 tahun ke depan. Banyak dari teman-teman yang sudah mahasiswa baik senior maupun teman satu jurusan yang masih bilang, "duh kayaknya aku salah masuk jurusan nih" atau yang semacam "aku ga suka fisika kenapa aku dulu pilih teknik ya" atau mungkin yang paling ekstrim udah semester 5 masih bilang "ini jurusan belajar apa ya ?".

Secara tidak langsung ketika anda merasa salah masuk jurusan berarti arah hidup anda akan berubah 180 derajat dari yang anda bayangkan, anda mungkin akan merasa ogah-ogahan dalam kuliah sehingga IP anda jeblok dan semacamnya.

oke buat teman-teman yang sekarang kelas 3 SMA untuk menghindari yang seperti itu, berikut ini adalah tips dari saya untuk memilih jurusan.

1. Pilih Minat dan Bakat anda, kemudian selaraskan  
 Seleksi lah minat tertinggi anda, tuliskan jika perlu, kemudian pilihlah 2 teratas minat anda yang benar-benar anda sukai, apa yang dimaksud minat ? minat bukan hanya sekedar aku suka fisika, biologi atau semacamnya, namun lebih spesifik lagi seperti minat kerja anda, contohnya saya ingin menjadi offshore engineer, civil engineer, architect dan semacamnya. Kenapa harus se spesifik itu ? karena sedikit banyak kuliah akan menjadi pintu kerja anda nanti, percuma anda kuliah susah-susah namun tidak suka dengan job seorang teknik sipil misalnya. Anda sudah besar, sudah waktunya anda membuat keputusan yang besar.
Kemudian selaraskan dengan bakat anda. Kenapa kata-kata selaras saya tebali dsini karena minat saja tidak cukup untuk bertahan hidup di kampus. Anda minat melanjutkan studi ke arsitek namun tidak bisa menggambar ya sama saja, padahal mata kuliah di arsitek akan lebih banyak menggambar, kalau anda tidak punya basic menggambar yang kuat tentu akan susah ke anda juga kan ? bakat tidak harus berarti anda seorang profesional di bidangnya, cukup bisa basicnya saja sudah cukup saya rasa.

2. Konsultasikan pilihan anda ke orang tua
 Doa yang paling manjur menurut penulis adalah doa orang tua maka bicarakan baik" dengan kedua orang tua anda tentang pilihan yang akan anda ambil. Kemudian sampaikan keinginan anda, jika memang orang tua anda bersebrangan dengan keinginan anda jangan terlalu cepat berputus asa. Carilah jalan tengah yang paling pas untuk anda dan orang tua anda, yang anda suka dan orang tua suka dan tentu saja minat dan bakat anda. Tidak usah anda menjadi arogan dan sombong dengan mengabaikan permintaan orang tua. Anda lahir di dunia ini melalui orang tua anda, maka sudah sepantasnya anda menghormati kedua orang tua anda.

3. Ukur kemampuan anda
 Inilah poin yang menurut saya orang-orang gagal melewati. Anda akan bersaing dengan orang-orang terbaik dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan kursi di PTN yang mungkin hanya berjumlah 1/6 dari total peminat. Maka sudah sepantasnya anda mengukur diri anda apakah anda yakin bisa masuk ke sana atau tidak, bukan saya mengurangi semangat anda namun lihatlah diri anda dahulu. Jika anda memang berniat masuk ke Fakultas kedokteran paling top se Indonesia atau Fakultas Teknik paling oke se Indonesia padahal anda hanya berkemampuan pas-pasan maka mulailah BERDOA dan BELAJAR. Tidak usah banyak anda berkoar-koar di dunia maya ingin masuk sana masuk situ tapi minim aksi. Matikan komputer anda ! Kurangi SMSan dengan pacar anda ! Stop malam mingguan ! Mulailah dengan sholat tepat waktu 5 rakaat, perbanyak doa dengan khusyuk, laksanakan sholat dhuha, setel jam beker anda pukul 3 dinihari dan sholatlah malam, menangislah kepada Allah, perbanyak sedekah, lahap soal latihan sebanyak mungkin, hapal rumus-rumus penting, gunakan malam minggu anda untuk mengerjakan soal hingga larut ! jangan hanya banyak bicara saja !

4. Siapkan rencana cadangan
Seorang ahli strategi yang baik selalu memiliki paling tidak 2 rencana cadangan, siapkanlah rencana cadangan anda, kemana anda akan berlabuh paling tidak untuk satu tahun jika anda (naudzubillah) tidak mendapat bangku kuliah hingga batas-batas terakhir penerimaan mahasiswa baru. Jangan menutup mata anda pada salah satu jurusan saja, itulah yang kadang-kadang membuat orang gagal mendapat bangku, terlalu fanatik terhadap satu jurusan.

5. Pilihlah jurusan yang paling tidak memiliki akreditasi A/B dari BAN/PT
Contohnya banyak perguruan tinggi yang memiliki jurusan teknik sipil, namun tidak semua jurusan itu berakreditasi A/B padahal ketika sudah bekerja akreditasi adalah salah satu yang dilihat. saya rasa itu cukup jelas.



Saya kira itu tips dari saya, selamat berdoa dan belajar, semoga kalian semua mendapatkan apa yang kalian inginkan, semoga bisa membantu

wassalamualaikum



Saturday, September 15, 2012

Etika dan Teknologi Sebagai Syarat Insinyur Hebat part 2

Kedua adalah penerapan etika insinyur. Insinyur adalah sebuah profesi bukan pekerjaan biasa. Maka diperlukan sebuah kode etik untuk mengatur dan memberi panduan insinyur dalam bekerja dan membuat sesuatu  untuk menjaga kualiatas layanan jasa keinsinyuran.
Penulis membagi etika insinyur dalam 4 kode etik utama yaitu kejujuran, kompetensi,  keselamatan dan kelestarian. Kejujuran adalah salah satu etika insinyur yang terpenting. Seorang insinyur diharamkan memanipulasi data dan fakta di lapangan hanya untuk mengejar profit semata atau hanya untuk menyenangkan penyandang dana proyek yang kemudian mengesampingkan kepentingan umum. Kejujuran ini wajib hukumnya dipegang oleh setiap insinyur untuk menghasilkan kualiatas jasa keinsinyuran yang maksimal. Misalkan, data dan fakta di lapangan tidak memungkinkan untuk dibangun sebuah bangunan stadion di lahan tertentu namun kemudian karena ingin mengejar keuntungan semata, dipalsukanlah data dan fakta yang berakibat runtuhnya bangunan karena struktur tanah yang memang tidak cocok. Tentu hal semacam itu akan membawa banyak kerugian, baik bagi diri sendiri maupun pengembang serta masyarakat sekitar. Maka kejujuran adalah salah satu etika yang paling penting yang harus dipegang oleh seorang insinyur.
Kedua adalah kompetensi. Maksud dari etika kompetensi adalah seorang insinyur harus senantiasa belajar terus menerus dan menguasai teknologi terbaru untuk meningkatkan kompetensinya sebagai seorang insinyur. Membaca, belajar kemudian menulis menjadi budaya yang harus sering dilakukan oleh seorang insinyur untuk meningkatkan kompetensi mereka. Keikutsertaan dalam seminar, lokakarya dan pelatihan-pelatihan dapat juga membantu meningkatkan kompetensi insinyur.
Ketiga adalah keselamatan. Profesi insinyur banyak bekerja di daerah-daerah yang berbahaya dan penuh resiko. Insinyur dituntut mempertanggung jawabkan karya mereka. Artinya para insinyur dituntut membuat sebuah karya yang aman untuk digunakan dan dioperasikan oleh penggunanya baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Keselamatan pegawai dan orang yang menggunakan ditentukan oleh perhitungan insinyur tentang struktur karya mereka, apakah aman digunakan atau tidak atau berapa lama maksimal waktu untuk bisa dioperakasikannya karya mereka. Keselamatan bagi semua adalah hal yang utama.
Keempat adalah kelestarian. Kelestarian yang dimaksud disini adalah bagaiamana insinyur tetap memperhatikan lingkungan sekitar mereka dalam membuat sebuah karya, apakah merusak atau tidak. Seiring dengan berbagai macam isu global yang ada tentang menjaga lingkungan, kode etik ini semakin digalakkan dengan adanya berbagai macam inovasi tentang green technology yang ramah lingkungan. Setidaknya insinyur wajib menjaga kelestarian lingkungan di sekitar karyanya.
Sains dan teknologi serta keempat kode etik utama insinyur bila digabungkan dan diterapkan secara nyata tentu akan menambah secara masif kualitas insinyur Indonesia yang sedikit banyak akana membantu menutupi kurangnya kuantitas insinyur kita. Perpaduan antara otak yang diwakili sains dan teknologi dengan sikap yang diwakili etika insinyur tentu akan memberikan kualitas produk dan jasa untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera. Kesinergian kedua hal ini perlu diterapkan mulai sejak dini atau semenjak calon insinyur menimba ilmu di institut atau di universitas agar ketika mereka lulus dapat langsung mengisi pos – pos yang kosong.